Showing posts with label film. Show all posts
Showing posts with label film. Show all posts

Friday, June 18, 2021

beda negara, beda gaya eksekusi serial crime!!

Teaser Perdana Serial Korea Netflix Terbaru Vincenzo - Cinemags
 
background: bulan puasa kemarin, gue nyoba nonton drama korea VINCENZO, gak romance banget dan lebih ke mafia/crime gitu. gue suka sih, peran utama ceweknya lucu serampangan. tapi sampai hari ini gak gue lanjut, baru sampe ep 14 karena gue menyadari satu hal yang bikin pusing; side characters di drakor itu BANYAK BANGET. masih inget drakor kebanggaan gue MY MISTER? itu aja side characters-nya udah lumayan banyak ya, lah vincenzo LEBIH banyak lagi... mana semuanya hobi teriak-teriak... why...

 

Bordertown | Netflix Official Site

Deadwind | Situs Resmi Netflix 

Trapped - Is Trapped on Netflix - FlixList

fast forward beberapa minggu kemudian, gue coba nonton serial detektif/crime dari NETFLIX, khususnya produksi negara-negara SCANDINAVIA; iceland, finland, swedia (i think? abis setting-nya super mirip semua = salju, kota-kota kelabu, white people, blonde hair hahaha). gue penasaran pengen liat pemandangan, karena belum pernah ke negara scandinavia hahaha.

 

gue nangis banget sama ALURNYA. super slow fucking burn who the fuck has time for that........................ gue sih enggak... jadinya ya gue drop deh tuh beberapa judul. plus?? karena rata-rata memiliki setting kota kecil dengan premis MIRIP yaitu "detektif xxx memilih pindah ke kota kecil abc untuk melupakan tragedi masa lalu kelamnya", you bet lah itu "semua orang kenal semua orang di sini" alias SIDE CHARACTERS SATU KAMPUNG T___T

 

kemudian! dalam seminggu terakhir, gue udah menyelesaikan dua serial HBO bertema detektif/crime/noir setting di amerika dengan judul:

mare of easttown

true detective season 1


and... what the fuck, man? really, HBO? tumben nih gak jelas, mengecewakan dan menurut gue super draggy HAHA. masing-masing cuma 8 episode sih...

 

Mare of Easttown's Evan Peters Needed a Hug After That Big Scene | Vanity  Fair


mare of easttown: again, setting kota kecil semua orang kenal semua. gila side characters-nya banyak banget, dan terkesan jadi side plot buat manjang-manjangin cerita doang? like. banyak adegan para side characters yang... nggak penting... maksudnya apa buat penonton? evoking our emotions? lah kaga penting lu pada... penggambaran keseluruhan cerita mengambil POV side charaters yang terlalu luas; membentuk side plot yang... apaan, sih??? gitu.

 

honestly i don't care about them, i just want to follow kate winslet's protagonist in solving the crime HAHAHA.


well, sinopsis ini serial emang bilang "while her life crumbles" sih, tapi tetep aja. AT LEAST, karakter tante mare ini tidaklah suci2 banget. banyak flaw. gue bisa simpati ke dia as a person, tapi ke yang lain... yang dibuat cuma untuk manjangin durasi... yahelah!!


SPOILER: mare of easttown wanted to do something BROADCHURCH did right years ago. but nah. not quite.

 

 

Rust - different ages in True Detective Amazing! | True detective season 1, True  detective, True detective season

 

true detective season 1: god, talk about MEH ENDING bahahahha. gile ye apa banget dah ending-nya... asli untung cuma 8 episode.


kebantu sama character building yang super duper oke. sangat menonjol, tapi jatohnya malah overshadowing solving crime-nya. bye. kebanyakan dialog "nihilism - pessimissm" yang untungnya nggak terkesan menggurui. tapi solving crime-nya... kek cuma... 40%? and that mf ending... yaelah.................. ini serial menang emmy awards accollades-nya prestis, tapi... wtf buat gue HAHA.

 

 

Series 1 | Broadchurch Wiki | Fandom 

which brings us to BROADCHURCH SEASON 1.

 

 

 

yang harusnya gue bikinin entri sendiri, tapi yaudah lah ya HAHA WOY KALIAN HARUS NONTON. ADA DI NETFLIX.


UK punya. klise sih, detektif yang cowok itu hotshot ansos emo dari kota gede dikirim ke broadchurch; kota kecil pinggir pantai di mana semua orang kenal semua BUEHEHEHE. rekannya detektif lokal wanita berhati lembut tapi keren yang emang lahir besar tinggal di broadchurch.


bedanya, meski ini series karakternya satu kota... everything made sense. ga ada side characters yang bikin gue merasa mereka itu cuma side plot ga jelas buat manjangin durasi. nope. emosi gue tersentil.


AND THE REVELATION? fuck banget woyyy mare of easttown could never!!!!!!! bah.


kesimpulannya: beda negara, beda gaya eksekusi serial crime (contoh yang gue sebutkan di atas umumnya menyajikan gelaran karakter bejibun L O L.)

korea = banyak teriak2, tiap side characters berusaha disempilin background story sendiri yang menurut gue... ya ga perlu

scandinavia = slow burn, side characters ga gitu banyak dikasih background story sendiri sih i guess?

HBO amrik = tergantung penulisnya, tapi mirip korea tuh; ga perlu...

UK = much better, cuma klise aja tokoh utamanya haha 'detektif bermasa lalu tragisss'


sekian pengamatan dari gue hehehe~

tell me what you think!

agree or disagree?




Sunday, September 4, 2016

movie that made you cry: BEGIN AGAIN


oke, pertama-tama.

fuck.

(lol, always.)

gue inget pernah mendengar adam levine nyanyi lagu ballad keren banget di radio, tapi gue nggak pernah merepotkan diri buat mencari di internet. samar-samar terus terpatri melodinya di kepala, tapi yaudah. begitu aja. kenapa? karena gue nggak suka maroon 5. apalagi adam levine. bah.

kejadiannya beberapa waktu yang lalu, cukup lama.

di channel FX tv kabel, gue sering juga liat film BEGIN AGAIN (CAPS LOCK IS NECESSARY FUCK THIS MOVIE) ditayangkan berulang-ulang tapi gue juga nggak pernah merepotkan diri buat duduk depan tv dan nonton. kenapa? karena ada keira knightley dan ya, lo benar, gue juga nggak demen karo doi buahahahahahahha.

anyway.

mungkin emang udah ditakdirkan buat nonton kalem selama dua jam kurang pagi ini. filmnya baru selesai kira-kira lima belas menit yang lalu dan gue masih... masih terbayang-bayang akan... ah, gue payah kalo harus menggambarkan dengan bahasa indonesia, but it goes like this; that movie made me brave. to hope. to never give up. to, probably sometime soon, love someone (damn geli bangats nulisnya), and yeah, sure, that movie made me cry. me. bambang. bamby. your precious komandan tete. nangis. gara-gara film ber-genre musical comedy/drama/romance sesuai kata google.

gils.

ternyata lagu yang luar biasa keren dengan lirik super cihuy itu judulnya lost stars, silakan nikmati dua versi. satu dari adam levine beserta cuplikan filmnya, dan satu lagi dari keira knightley juga dengan cuplikan filmnya.



kembali ke filmnya itu sendiri.

film ringan. tentunya agak mudah ketebak jalan ceritanya. agak. endingnya cocok dengan selera ane yang sebisa mungkin menghindari jalinan kasih buahahahahah, meski harus jujur gue suka dengan cerita yang berbumbu perbedaan usia di antara pria dan wanitanya, dengan catatan prianya yang lebih tua if you know what i mean bye.

kalo lo ngikutin blog gue, biasanya gue jarang memberi sinopsis muahahahahah you have google for that, tapi untuk film ini gue pikir sinopsis yang bisa lo temukan di google (dan di tv kabelnya) itu nggak berperan banyak untuk menarik gue duduk kalem dan nonton. no. berkali-kali gue melewatkan BEGIN AGAIN di tv karena sinopsisnya yang bleh banget. biasa banget. padahal filmnya jauh dari kata biasa. dan ini gue yang ngemeng tentang sebuah film drama romance musical comedy, gue. bambang. yang demen serial detektif dan novelnya stephen king. ditambah nangis pula. imagine!!?!

lol.



beberapa aspek yang bikin BEGIN AGAIN keren buat ane di antaranya penampilan mbak keira yang effortless. mungkin akting yang cihuy emang begitu, ya? aktris/aktornya tidak terkesan memaksakan menjadi karakter fiksional yang diperankannya. gue pikir mbak keira bener-bener nyantai dan menyatu dengan gretta; emosinya dapet, ekspresinya ya kayak lo lagi liat temen lo nangis, ketawa, kaget, merasa bersalah, gitu. kayak lagi ngeliat temen, natural, atau bahkan bisa ikut merasakan. cailah. merasakan. geli bet.

plus, fashion style-nya mbak keira di film. goooooddddddddddddddamn inspirasi banget muhahahahahahahha.

yang kedua, karakter-karakter pembantunya bagus semua. semua dapet porsi yang pas. background story yang bisa diterima akal juga. gue pikir nggak ada tokoh antagonis disini, adam levine, yes, maybe, tapi what he did was reasonable and mbak keira handled the problem awesomely too. so!!!!!

ketiga, karena ini film tentang musik, lagu-lagunya parah coyyyyyyyyyyyyyyyyyy. nggak menye. meski tentang cinta dan pengharapan etc etc. seriusan sepanjang film lagu-lagu yang ada keren semua. tanpa malu gue harus mengaku kalo banyak lagunya bikin mewek (kayaknya karena dibantu penampilan super cihuy semua aktor dan aktrisnya, suwer).

damn.

yang terakhir, satu adegan mbak keira dan adam levine ngobrol di bangku taman yang seriusan bikin lo geleng-geleng kepala. adam levine kurang lebihnya memohon mbak keira untuk diberikan kesempatan kedua memperbaiki hubungan mereka sampai ngebawa-bawa samudera alias the usual case of pleading without clear thinking from men lol, dan mbak keira bertanya balik, entah memastikan ketulusan adam levine atau cuma ngetes (namanya juga cewek ye kan);

"are you willing to throw everything to the ocean?"

dan adam levine berhenti sebentar. tertegun. separuh wajahnya yang tertutup janggut hitam liar menyembunyikan kebingungannya (klasik bro, klasik).

"is that, is that what you want me to do?"

TERUS MBAK KEIRA SENYUM. NGGAK KECUT BANGET. TAPI KELIATAN. YA AMPUN. STRESS NONTONNYA. KEREN BET.

"are you realy going to stay?" setelah beberapa kalimat yang gue nggak inget apaan bahahhahah, mbak keira kembali bertanya.

adam levine dengan cepat menjawab, naif tapi yakin banget dengan jawabannya dan kepalang desperate, "yes. yes, i'm going to stay seated on this bench."

JENG JENG.

itu coy. adegan itu. the subtle meaning behind mbak keira's pamungkas question dan senyum kecut yang seolah teriak 'ah owe udah ngira lu bakal ngemeng gituh huft'. GILS. GILSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS. BYEEEEEEEEEEEEEEEE.

sebagai penutup, ane cuma bisa bilang please cari filmnya dan tonton. mungkin ente lagi butuh motivasi atau merasa perlu to justify a sweet revenge atau ente ada banyak waktu luang dan udah lama nggak nangis lol.



And God, tell us the reason youth is wasted on the young
It's hunting season and the lambs are on the run
Searching for meaning
But are we all lost stars trying to light up the dark?

Who are we?
Just a speck of dust within the galaxy?
Woe is me
If we're not careful turns into reality





Wednesday, March 11, 2015

best movie 2015? shaun the sheep.

bahahahhahahah.

well tahun ini gua baru nonton 3 film kalo nggak salah.
- night at the museum 3
- kingsman
- shaun the sheep

humor kingsman cocok sama bamby. sarkastis. nggak klise alias nggak ada love line yang mudah ditebak. plat nomor taxi yang dicuri eggsy ada kata 'mom'-nya. koreografi action super bye. aktingnya eggsy. om colin firth dan 'manners maketh men'-nya yang melegenda.

lalu, tentu saja, shaun the sheep.

my spirit animal bahhahahahahaha. awalnya gua sempat nggak yakin kalo shaun the sheep the movie masih main di bioskop. tapi memang sudah takdir diri ini buat jadi fans berat shaun the sheep. yha maksud gua shaun udah ngebantu banyak di semester akhir perkuliahan sebagai notebook andalan. terus gua juga koleksi stiker timbulnya. bahkan gue pernah ngegambar si bitzer (anjing gembala bertopi berjam tangan itu ternyata namanya bitzer gimana sih lau bam katanya ngefans) dan diunggah di instagram. ha? apa? iya gua juga pernah copy serialnya di hard disk external waktu di jogja, di warnet-yang-sebaiknya-tidak-disebut-namanya-saya-kadang-merasa-sedih itu.

nggak punya kan lo


bitzer bawa peluit dan papan clip



tadi siang gua baru nonton. ntap. satu bioskop isinya cuman gua, satu keluarga ayah ibu dedek cewek, dan ibu bareng anak cowoknya. dan para orang tua itu juga ketawa ngikik karena film ini seriusan kocak, smart, dan simple.

anyway.
plotnya sederhana. shaun bosan dengan rutinitas peternakan. karena malapetaka satu dan lainnya, the farmer yang tidur di karavan tanpa kemudi nyasar ke kota, dan kecelakaan, dan amnesia. shaun dan bitzer dan timmy dan domba lainnya berusaha membawa/menyadarkan the farmer kembali. tentunya dengan banyak rintangan yang berupa tokoh antagonis petugas pengaman hewan liar.

terus bam? yha lu kudu nonton. atau copy di warnet-yang-sebaiknya-tidak-disebut-namanya-saya-kadang-merasa-sedih itu.

yang bikin salut dari film shaun ini buat gua adalah penggambaran peternakan dan dinamika kota besar yang, yah, bikin gua pengen balik lagi ke inggris LOL. langit birunya yang jarang berawan. sudut jalannya. taman kotanya. arsitekturnya. manusianya yang berlalu lalang; gua salut sama aardman (perusahaan animasi? yang bikin film ini) soalnya mereka dengan adil menampilkan orang-orang dari berbagai suku bangsa dan warna kulit di film ini. amazing. ibu-ibu pake hijab, bapak-bapak brewokan pake peci dan baju koko, nenek-nenek penjaga toko, artis kulit putih, kepala pelayan kulit hitam - dan detil-detil macam baju, perawakan, gaya rambut... wow. seriusan. wow.

eh. tapi kayaknya gua nggak liat etnis asia di film bahahahhahaha. next time, mungkin.

apa lagi ya.

humornya sih yang jelas. mungkin agak kurang bisa dicerna anak-anak usia TK sampai 10 tahun. tapi untuk target market di atas umur 10 tahun nggak bakalan ada masalah buat ngakak sambil terpukau akan ke-smart-an tim aardman. i mean. nyan cat ada nongol di situ.

satu hal yang sedikit kurang buat gua. transisi antar scene terlalu cepat. belom selesai ngakak karena kebetulan liat selipan joke, eh udah ganti scene yang lebih ngakak lagi. kurang nikmat dah ngakaknya bahahhahahaha.

jangan lupa lagu soundtrack-nya. amazing semua. tapi bamby belom google. coba ente google sendiri. tak sanggup, nuansa british-nya kental banget jadi super cool, mate.

bye.





Wednesday, December 31, 2014

berbicara tentang film (part 2)

lanjutan posting yang lalu YANG ILANG NGGAK TAU KEMANA hooohohoho.
 


^^ FAVORITE SOUNDTRACK ^^

sebenernya gua punya favorite soundtrack dari sebuah film yang ada di postingan berbicara tentang film ini. tapi setelah didengarkan ulang, soundtrack petikan gitar itu terasa terlalu personal gitu. terlalu precious buat disebar luaskan. that's only mine gitu bahahahahhahaha. so.





^^^ FAVORITE TWIST ^^^

1. the sixth sense (USA)

kayaknya semua orang yang doyan nonton bakal milih the sixth sense sebagai film dengan twist ending paling tete dalam sejarah.

termasuk ane.

bye.

gue suka m. night shyamalan karena gue mikir gue cocok dengan gaya paman itu mengolah cerita. bukan masalah besar kalo gue ngaku the sixth sense adalah salah satu inspirasi dalam berkarya diri ini caelah.

karena film ini spoiler alert to the max, buat lo yang belom pernah nonton, tolong, plis, please jebal nonton. lalu merinding sendiri dan tepuk tangan.



2. unbreakable (USA)

masih bruce willis. masih m. night shyamalan. masih salah satu film yang sangat inspiratif bagi diri ini untuk berkarya.

sebenernya premis unbreakable itu super sederhana sekali; good vs evil dan/atau hero vs villain. hanya saja diangkat dari sudut pandang yang nggak lazim, begitu. slow build emang, jadi kudu sabar waktu nonton. tapi ending-nya worth it banget. karakter bruce willis juga bikin simpati gitu, apalagi karakternye morgan freeman byE.

scene paling memorable jelas ketika bruce willis minta tolong anaknya nambahin berat buat mengetes seberapa kuat dirinya ketika angkat beban di basement rumah. lalu scene si anak menodongkan pistol ke bruce willis untuk, lagi-lagi, 'mengetes' apakah si bapak bisa mati atau enggak. lalu jelas endingnya. scene ketika morgan freeman ngaku kalo dia...............................................





> FAVORITE BASED ON TRUE STORY MOVIE >

1. radio (USA)
 
intinya tiap lima belas menit sekali bamby sesenggukkan nggak macho gitu tiap nonton film ini (dua kali, di tipi, diketawain mami deh waktu ketauan).

setdah liat posternya aja bamby nggak sanggup.

so. radio. ceritanya tentang seorang coach american football SMA yang berteman dengan  seorang black man keterbelakangan mental ah kaga sanggup nih lagi liat IMDB bahahhahahah eyes blurred as fuck gini byeeeeeeeee.



2. we are marshall (USA)

jadi sesungguhnya, sebelom bamby tergila-gila dengan eyeshield 21 manga japan, bamby sudah cinta pada american football.

sama kayak radio, we are marshall diangkat dari kisah nyata, film sport, tentang american football pula bahhahahahahaha.

ceritanya tentang satu tim american football tahun 1970 yang tewas dalam plane crash berikut pelatih dan staff. nggak ada yang selamat di pesawat tersebut, NAMUN ada seenggaknya 5 atlet american football yang nggak ikut di dalem pesawat karena cedera dan jeng jeng jeng... ketiduran.

lalu marshall university pun nggak punya tim american football. maka dimulai lah pencarian, perekrutan, jatuh bangunnya tim yang notabene dibentuk dari 'abu' seperti tagline film. ntap. persahabatan. perjuangan. hope among despair. sinematografi. foto-foto asli dari para atlet yang bersangkutan yang bikin... yah... cewdy kakak bahahhahaha.





>> The Movie that You Love But Everyone Seems to Hate >>

transformers 4 yang ada dinobot itu, tbh. dengan catatan, gue cuman suka sinematografinya yang bikin merinding. plot, karakter, apalagi aktris yang memerankan anaknya mark wahlberg? N O P E. cuma sinematografi adegan si anak cewek itu diculik pesawat decepticon di tengah-tengah ladang jagung nan hijau dengan langit biru luas, aspal abu-abu mulus, dan kedetilan pesawat roboalien yang tampak sangat nyata. demi tete segala tete. merinding dan terpukau ane nontonnya.





>>> The Movie that You Hate But Everyone Seems to Love >>>

wah banyak bener ini.

frozen. didn't feel the 'magic'. annoying soundtrack.

interstellar. tidak memukau.

star wars lah star trek stargate ape itu.

monsters university bahahahhaha.

twilight ew.





- MOST TEAR JERKING -

kalo lo penggemar film-film sport dan perang seperti diri ini. well, dapat dipastikan semua film sport dan perang macam black hawk down, saving private ryan, band of brothers itu semua bikin mewek nggak keruan bahhahahahahah.





-- MOST FAVORITE DRAMA --

1. brokeback mountain (USA)
film ini mengubah hidupku. titik.

2.  a brand new life (south korea)



parah. akting aktris cilik ceweknya parah banget. sinematografinya. overall dark, melancholic tone dari film ini yang gue dapatkan mulai dari awal sampai akhir. scene dedek ini mengubur dirinya sendiri dengan wajah lempeng tanpa ekspresi. her intense feeling when she was 'betrayed' by her bff in that orphanage. good lord. everything.

gue nonton film ini nggak sengaja di tipi kabel.

nggak menyesal sama sekali saking luar biasanya.

slow build. mendung. dingin. frustasi. dalem.

akting dedek ini sih yang beneran bikin ane standing ovation dan googling namanya siapa bahahahhaha. amazing. kudu ditonton kalo lagi nggak ada kerjaan.





------------------------------------------------------------------------------------------------------------------





oke.

semoga bermanfaat buat ente-ente yang demen nonton. bikin juga lah entri kayak gini biar ane dan banyak orang bisa baca, sekalian rekomen film juga.

any thoughts, mungkin rebuke atau agreement langsung aja komen. gue denger-denger memvokalisasikan apa yang ada di pikiran lo harus jadi trend di tahun 2015 bahahahahha. mari diskusi lebih banyak lagi.

sampai jumpa tahun depan!





Monday, October 11, 2010

review film: The Bicycle Thief (1948)

tugas matkul kajian film.


ini yang gua tulis di notes FB, gua tag ke dosen cak budhy:


MANUSIA MEMANG MENARIK


Membaca kata ‘neo-realisme’ sebagai genre film The Bicycle Thief—sel-sel kelabu di otak ini segera beranggapan tentang segala ke-absurdan yang diusung Andy Warhol dan Salvador Dali (pikiran ini tetap ada bahkan setelah saya menonton filmnya).

Tentu saja, hasil sebuah kesotoyan jarang sekali benar.

Menurut dewa Wikipedia, intinya, genre ini menceritakan tentang kisah-kisah kaum buruh yang serba kekurangan, difilmkan di lokasi, dan biasanya memakai pemain yang bukan aktor profesional. Ketiga aspek krusial tadi cocok dengan plot film produksi tahun 1948 ini.

Berhubung tugasnya adalah berkomentar, baiklah.

Frustasi. Benar-benar frustasi rasanya selama satu setengah jam mengerutkan kening, ikut melenguh kesal, dan meninju udara di ruang multimedia yang untungnya ber-AC itu minggu lalu. Apalagi dengan ending yang ahjksdjkajksdajk sekali. Vittorio de Sica jagoan. Dia bisa mengarahkan Lamberto Maggiorani yang adalah pekerja pabrik, memerankan Antonio Ricci; seorang kepala rumah tangga yang jujur, tidak lugu, dan malang. Kesan pertama saya pada Oom Antonio, dia adalah karakter yang keras. Saya tidak bersimpati padanya di awal film. Tapi saya juga sudah bisa menebak kalau Antonio sebenarnya hanya menginginkan yang terbaik untuk keluarga kecilnya; bahwa hatinya lembut dan masa depresi paska PD II yang menyebabkannya terlihat getir.

Bruno Ricci tidak boleh dilupakan. Kelihatan sekali karakternya ini mengagungkan ayahnya. Dapat dilihat pada scene hari pertama Antonio masuk kerja; sepertinya saya pernah menonton scene ayah-dan-anak-memakai-seragam-bersama di film lain, film zaman sekarang, yang berarti scene keren macam itu bahkan sudah ada berpuluh-puluh tahun yang lalu. Mantap jaya. Bruno juga setia menemani ayahnya mencari sepeda ke alun-alun kota Roma. Kena tampar, memang, tapi Bruno tetap berada di samping ayahnya ketika Antonio diarak massa karena kedapatan mencuri sepeda yang tergeletak di depan gedung. Air matanya membuat bapak pemilik sepeda membatalkan niatannya untuk membawa Antonio ke kantor polisi.

Saya kira, Tante Maria, selaku istri daripada Oom Antonio adalah karakter yang tegar. Sayang proporsi tampilnya sangat singkat. Saya senang karena dia bergerak cepat ketika Antonio bilang dia bisa bekerja asalkan punya sepeda; menjual seprai mas kawin untuk ditebus dengan uang dan dibelikan sepeda bekas. Tidak mungkin lupa reaksi teman-teman melihat uang masa itu yang ukurannya sama seperti kertas HVS.

Ngomong-ngomong, dua kali saya kecele dengan jalan cerita film ini.

Pertama, kehadiran Baiocco, yang disinyalir adalah teman Antonio. Saya doyan nonton film, dan insting-insting pengamat saya minggu lalu membatin, “Ini karakter gendut kayak gini, kalo nggak jahat, pasti selingkuh sama Maria. Dalihnya, Maria bantuin Antonio karena keuangan keluarga tipis. Konflik bertambah, nggak cuma kehilangan sepeda.”—tet tot, saya salah, karena ternyata Baiocco murni seorang teman yang tulus membantu mencarikan sepeda saja.

Kedua, scene Antonio mengejar pengemis tua keluar dari gereja sampai ke tepian sungai. Beberapa menit setelah dia menyuruh Bruno untuk menunggu di jembatan, terdengar kehebohan-kehebohan. Lagi, insting pengamat saya berseru, “Bah, bunuh diri si Bruno. Pasti lompat ke sungai dia. Nyesel dah itu Antonio barusan nampar Bruno.”—jeng net, waktu diketahui ternyata seorang pemuda yang tengah berenang kemungkinan terseret arus, ingin rasanya saya gali kuburnya sang sutradara.

Namun, satu hal yang sedikit mengganjal menurut saya adalah; di antara sekian banyak pelamar kerja yang mengantre, mengapa Antonio Ricci yang dipilih menjadi penempel poster? Dia tidak punya sepeda, bung! Mengapa tidak memilih pelamar yang sudah punya sepeda dan siap kerja saja?

Hubungan antara judul notes ini dengan isinya saya padankan dengan satu scene paling monumental buat saya. Sepanjang pencarian sepeda, tidak pernah sekalipun Antonio menggandeng tangan Bruno; tidak peduli seberapa seringnya kamera meng-shot muka melas Bruno yang melihat kepada wajah ayahnya, mendongak ke atas dengan pandangan tetap mengidolakan. Tapi, selalu ada tapi—di akhir film; Antonio menunjukkan emosi terdalamnya yaitu dengan menitikkan tangis (ingat, dia adalah kepala keluarga yang dituntut untuk bisa mengatasi segala hambatan dengan kepala tegak) sambil menggenggam tangan mungil Bruno yang masih shock ya-ampun-papa-kenapa-nekat-nyolong-sepeda??—dan, pastinya, keironisan dari tokoh Antonio sendiri. Konflik awal adalah sepedanya dicuri orang, penyelesaiannya adalah dia berusaha mencuri sepeda orang namun gagal. Menjelang akhir film, penonton disuguhi konflik batiniah Antonio. Penonton nyaris dipastikan dapat membaca pikiran Antonio ketika dia terduduk lesu di trotoar, “Aku harus mendapatkan sepeda. Terserah seperti apa caranya. Tanpa sepeda, aku tidak bisa lagi bekerja. Maria harus makan apa? Bagaimana Bruno membayar sekolahnya?” dan muncullah di penglihatannya sepeda yang bertengger manis itu. Logikanya, jika seseorang bisa mencuri sepedaku, kenapa aku tidak bisa?

Tidak berlebihan, jika sekiranya judul notes ini adalah Manusia Memang Menarik.

# # # #

 the end

mulai membanding-bandingkan

seiring bertambahnya umur,  gue lebih memilih untuk punya rutinitas. kenapa gue gak suka kerja retail clothing waktu masih di UK? karena shi...