Sabtu, 18 Maret 2017

to whomever it may concern (5)




i'm sorry.
i've passed the textbook of grief that i read on the internet. yet i talk about you to my new friends the old version of you, the one who was supposed to glow like those skinny boys your age do, somewhere far away where i bought you a backpack that you never used, probably because the you right now is too young to be graced with such friend.

i'm sorry.
of all things that i want you to do, things that you should but now it's could, one of them is to see you standing tall and smug with what you have, which is your face and everything, as i, supposedly to, use you as a projection of how a boy your age should look like (well, in my mind, those skinny boys hurt me because you looked just like them but you don't have to be them).

i'm sorry.
as long as you're healthy now and forever, i'll let you read those fantasy books that you like so much, those fantasy books that make me question my own capability because it's going to be days, hundreds of them, before i can write one for you.

i'll let you wear ugly patterned bermuda shorts mom picks diligently for you.

i'll let you do whatever you want.

i'll let you barge in without knocking with your little brother to annoy me like you two used to so we can have a great off-key karaoke session like we three used to in that language we're familiar with therefore,

i'm sorry.





Sabtu, 26 November 2016

teman pulang


setiap hari jumat bamby pulang ke rumah. yang jauh dari mana-mana itu.

anyway, bamby naik bis. nggak ada bangku mepet jendela tersisa. yang ada adalah seorang bocah remaja laki-laki membawa tas besar, bertopi, dan nggak pake jaket. which was a wrong shit to do. ini bis ber-AC sodara, sebagai seorang bis rider veteran, gue nggak pernah lupa untuk selalu pake jaket.

yah.

bocah remaja ini, literally lima detik setelah gua duduk dan meletakkan tas gua di bangku tengah, bertanya, "mau kemana kak?" dengan nada yang tidak friendly, tidak dibuat-buat.

defensive, gua tanya balik, "lah, lo mau kemana?"

dan dia gelagapan. "lah, ya gue. gue mau ke cilacap."

"oh." gue menyahut acuh, dan menambahkan juga dengan acuh, "mudik, ya? enak dong."

dan bocah remaja itu langsung nyambung, "iya, gue udah lima tahun nggak pulang. kalo nggak karena nyokap meninggal juga gue nggak bakalan pulang."

gue menggumamkan belasungkawa dan bertanya, "lima tahun? umur lo berapa?"

"delapan belas. dari gue umur tiga belas gue ngerantau. banyak kerjaan serabutan. sempet ngamen beberapa bulan. tapi sekarang gue kerja di bintaro, pasang wifi telkom. tau kan wifi?" dan dia menyebutnya 'wi-fi', bukan 'wai-fay'.

"iye tau. bagus dong banyak pengalaman, lanjutin. lo kenapa gak pernah pulang? gak punya temen di cilacap?" gue bertanya lagi, basa basi sedikit.

"gimana ya. gue ama temen-temen di sana udah misah jauh, sih, kak. udah beda gitu jalannya. gue juga gak suka di rumah. kayak terkekang."

bocah ini hapal lagu pengamen yang dinyanyikan pengamen galak sepanjang jalan tol, bahkan tampak bangga melakukannya. hapenya blackberry layar sentuh. dia nyanyiin lagu desy ratnasari yang tenda biru, dan the chainsmokers don't let me down, dan seterusnya. jujur, gue sempet mikir mau ganti bangku, karena itu adalah hari jumat. gue maunya nyantai di bis, mungkin tidur sedikit sambil dengerin lagu. a conversation with a kid? wasn't really in my agenda. tapi ini anak gak sok kenal, gak sok friendly. he was okay. spoke too loud. seemed paling cihuy maybe, and sang along to what he listened, sure, but he was okay. i was not. soalnya AC bis langsung menuju ke kepala gue dan gue belom makan bahahahahhahaha.

gue izin ke dia buat pindah bangku.

dan gue pindah karena dingin banget.

lalu balik lagi ke tempat semula ketika gue hampir sampai di pemberhentian.

singkatnya, gue ngobrol dikit lagi. kasih advice. lo kalo ada rezeki mending ambil paket C yang buat lulus SMA (iya sih kak, bokap juga maunya gue gitu tapi gue nggak mau) wah kenapa nggak mau, hari gini nggak bisa lo cuma lulusan SMP, minimal tuh SMA gue kasitau aja nih bro, sebagai orang yang lebih tua ha ha (emang kakak kuliah?) oh gue udah kerja, jadi gue tau gimana susahnya cari kerja, nih lo kan punya hape, lo belajar deh tuh bahasa inggris dari hape, google aja yang gratis, karena itu juga penting (iya gue kalo bahasa inggris bisa lah, ngerti) bagus lanjutin, jauhi narkoba juga penting (wah gue nggak pernah tuh kak, paling parah gue tuh ngerokok, kalo minumnya juga teh pucuk, gue nggak mau kalo narkoba) bagus bagus, seriusan jangan pake narkoba deh (iya kak, abang gue tuh pengedar tapi gue gak mau--)

"sori bro gue turun sini. sukses, ya." dengan berat hati gue harus memotong curhatan si bocah remaja yang hingga kini gue nggak tahu namanya. gue pun berdiri, bersiap turun, dan well, i almost lost it when he told me,

"hati-hati, ya, kak!" because that was a small thing, right? very mundane. out of formality, maybe, but i almost lost it. he was a good kid. and i was ashamed to have thought less of him, cuma karena dia ngajak gue ngobrol duluan dengan gaya sok cihuynya dan suara kerasnya literally everyone in the bus could hear his curhat. seriously. hati-hati, ya, kak!, he said. and he wasn't even my anyone. muahahahahahahahahah. dalem, bro, dalem.

intinya i wish you all the best, bro. thank you juga. for reminding me about small kindness from stranger. about humanity. i will pray for you. kalo suatu saat kita ketemu lagi dan lo mengenali gue, just say hi and i will treat you food, really. gue nyesel gak punya cash sama sekali kemarin malem. gue nyesel akan banyak hal dan gue cuma bisa nulis di sini, bro. have a good day.





Selasa, 06 September 2016

speaking of lagu menye


doi bukan dari amerika muahahahahaha. doi dari inggris. kurus kurang berisi, rambut berantakan (sama kayak ane maksudnya), dan suaranya tipikal suara pria penyanyi genre folk pada umumnya. but who caresssssssssssssssssss gilsssss lagunya jenis lagu menye yang cocok di telinga bamby.

ya, betul, it's 'let it go' from james bay.



beuh.

udah pernah dengerin kan?

when he sings LET THE ASHES FALL!!!! FORGET ABOUT
MEEEee~

beuh.

amazing. 'dapet' banget bro. kayaknya doi udah nyerah banget. salut dengan cara doi menyampaikannya ke kita-kita yang mendengarkan sambil bengong atau mungkin lo semua yang pernah berada di posisinya kala itu. that part worth repeating all over again.



p.s. hore tiga hari berturut-turut posting.