Thursday, May 16, 2013

#2

ini tentang ego, sebenarnya.

selama ini gua nggak pernah mempermasalahkan atau memusingkan gaya bahasa yang gua pake di sini; di blog ini, lihat, ada "nggak" dan ada "gua" dan gua pake "pake" bukannya pakai. lalu, kenapa, bam?

gua sendiri baru sadar logikatanpacela umurnya udah tiga tahun. dan emang bener gua nulis di sini asal-asalan; udah cuman satu kata itu yang bisa ngegambarin gimana gua menghidupkan dan menampilkan logikatanpacela buat lo semua.



*



mungkin karena gua lagi serius nulis, meneliti pasar, dan mengembangkan kurang lebihnya dua novel young adult (istilah beken nan awam; teenlit) dan gua beberapa hari yang lalu baru aja ngebaca-baca ulang novel-novel ambisius terbengkalai yang udah gua tulis...


serius. gua nggak ngerti, bam.

bam, kenapa itu novel-novel bergaya tutur sengak-kadang-childish-kadang-menggurui-kadang-masih-bamby-banget-alias-subjektif itu diminati pembaca online baik di kemudian.com ataupun notes FB?

bisa jadi, nggak ada bacaan bermutu lain. atau gua emang jago nulis dan mampu bikin mereka terus ngikutin. atau otak para pembaca lagi ngaco waktu itu dan mereka kepincut sama novel-novel gua yang sama ngaconya.



*



elo malu, bam? damn fucking right gua malu.



*



dan emang benar adanya gua lagi menyusun proyek dua novel young adult terbaru, yang membuat gua serius meneliti keadaan pasar pernovelan dari penerbit-penerbit ternama dengan cara membeli dan membaca dan menganalisis, yang pada akhirnya terbentuklah sebuah hipotesis bernada sarkastis seperti; "anjir apaan sampah gini bisa diterbitin di sagag aidem?"

oke, mungkin itu cuma ego gua sebagai 'penulis' yang sampe berani mencela karya orang lain. tapi demi shaun the sheep, lo harus baca sendiri dan coba hidup jadi gua, bamby, yang dahulu punya followers (plural, sodara-sodara, plural) setia yang selalu nungguin update novel gua di kemudian.com atau di notes FB.

terhinakah gua? damn fucking straight gua merasa terhina.



*



kembali ke permasalahan gaya bahasa/penuturan blog gua yang mungkin kalo nggak karena #31harimenulis bakal terus koma.

ada niatan buat mengubah kengalor ngidulan yang udah lo baca sejauh ini. kayak yang udah gua lakukan di dua novel young adult baru gua itu. atau dalam bahasa inggris, yang sebisa mungkin gua hindari selama sepak terjang gua di blogspot.com.

ah.

tete.

sebagai seorang 'penulis' yang punya warna tersendiri, harusnya gua nggak perlu pusing-pusing mikirin seberapa ancur gaya penuturan gua di sini. gimana menurut lo? gua bukan tipe yang membunga-bungakan bahasa dan gua nggak pandai beranalogi supaya terkesan indah padahal intinya mungkin gua cukup sirik sama lo semua yang bisa begitu. mungkin.



*



tapi setelah itu gua pikir udah terlalu banyak yang bisa nulis kayak elo, yang berbunga-bunga itu, yang mengabutkan siapa sebenarnya orang yang lo panggil "abang/adik/kamu/senja/hujan/tete" itu - dan hei, ini ego gua sebagai 'penulis'. tulisan gua nggak berstruktur, sodara, karena gua nggak curhat di sini dan sepertinya memang manusia senang menjustifikasi tingkah lakunya.



*



bersambung besok di entri #3

2 comments:

  1. kewl bam lo masi semangat ngeblog. btw how's life? :D

    -intan males log in-

    ReplyDelete
  2. ini tano? pakabar tan, udah lulus dan kerja kan lo? udah lama juga kita gak bersua online tan.

    kabar ane baik.

    ReplyDelete

I (F/30) am my father's son

when he actually has two.                         My 9 years junior dislikes his middle name, cutely given after a French legend because our...