Monday, June 10, 2013

#26 katarsis, sebuah novel oleh anastasia aemilia


gua akhirnya menemukan sebuah novel indonesia yang nyaris sempurna.
sempurna sesuai selera gua, maksudnya.



gua baca novel ini tadi siang. 261 halaman gua abisin dalam waktu kurang lebih tiga jam. gua nggak niat buat baca dengan khusyuk, cuma "ah beberapa chapter aja sabi terus bab 1," tapi lol. bab 1 apa?



dari profil singkat penulis, dikatakan kalo mbak anastasia awalnya pengen jadi seorang travel writer tapi banting setir jadi penulis psychology thriller dan bangke emang katarsis beneran novel psychology thriller yang gua kasih 4,5 bintang dari 5 bintang.

ini dia beberapa alasan solid kenapa katarsis cocok sama bamby;

1. gaya penulisan mbak anastasia.

gua baca katarsis layaknya baca novel terjemahan, lo bakalan bisa banget membedakan gaya nulisnya mbak anastasia versus novel teenlit yang belom lama ini gua baca (dan bakal gua angkat jadi topik besok). usut punya usut, mbak anastasia ternyata udah kerja lama di GPU (gramedia pustaka utama) sebagai penerjemah dan editor. dahsyat gan.

    "Tubuhku tak bisa merasakan luka. Tapi setiap mendengar psikiater itu menyebut nama Tara, atau ketika mendengar Tara menyebut nama Alfons di peron pagi itu dan meminta izin padanya untuk makan malam bersamaku, aku mulai mengerti dengan apa yang dimaksud ibuku soal kebahagiaan yang getir. Asalnya bukan dari luka-luka di lenganku, tapi di sini, di dadaku. Aku membenci rasa itu, tapi juga sedang menikmatinya." (hal. 186)

    "Dia benar. Biasanya polisi selalu benar. Dan kalau tidak benar, biasanya mereka keras kepala dan sok tahu, dan lama-lama menjadi benar. Tapi mungkin dia benar." (hal. 232)


buat gua yang kalo baca novel indonesia seriusan milih-milih alias high maintenance baik dari segi cerita, gaya penulisan, dan keseluruhan novel itu sendiri, well, katarsis jelas nomor satu. 5cm? lewat. dan hujan pun berhenti? nyampah.

2. karakter utamanya.

adalah cewek belia. tara johandi. digambarkan cantik berambut panjang dengan pipi berlesung pipit yang sayangnya memudar. didiagnosis sebagai sosiopat/psikopat yang nggak bisa berempati, pintar membaca suasana dan karenanya jago ngibul, kejam, smart, sepanjang cerita beneran nggak minta dimanja/berharap ada orang yang 'mengerti' dirinya, sinting, dan pada intinya dia adalah gambaran ideal tokoh utama cewek yang semestinya bisa muncul di novel-novel gua. oke, mungkin nggak separah tara, tapi kurang lebihnya begitulah kawan-kawan. haha.

tapi gua pikir apa yang lo barusan baca nggak mampu mendeskripsikan seberapa unbelievable-nya si tara ini. lo harus baca sendiri biar lo bisa paham. dan ini gua yang ngomong, gua. yang alergi punya tokoh utama cewek di novel yang gua tulis sendiri, jadi tara yang berhasil bikin gua memuji dirinya, well lo beneran harus baca katarsis.

3. efek tak kasat mata yang gua dapatkan.

darah. daging yang busuk. tulang patah. penggambaran adegan-adegan sadis yang detail dan nyaris―nyaris―bikin gua yang macho ini ngilu. dan itu tadi. nuansa kelam sepanjang cerita yang nggak bisa lepas selama gua membaca katarsis. dari sudut pandang gua sebagai penulis (ayo semuanya bilang amin), kalo lo bisa ngejaga satu sensasi tertentu ketika lo baca sebuah buku―sensasi yang langsung menyergap lo dari halaman-halaman awal buku sampai halaman terakhirnya―anjir itu yang namanya penulis berhasil, konsisten, profetetesional, dan jelas tau banget dia lagi ngapain.

mbak anastasia tau dia itu nulis novel psychological thriller, dan emang ada percikan romansa yang dia sisipkan, tapi bahkan romansa―yang selalu manusia cari dimanapun, dalam bentuk apapun, dan kadang justru ngerusak plot―romansa yang ada di katarsis ini pun sifatnya destruktif, bung. destruktif, posesif, berada di luar batas nalar lo soal romansa yang biasa lo baca di novel-novel teenlit iya gua lagi sarkas.

4. sampul depan.

ya maksud gua, lo tau lah biasanya sampul depan novel-novel indonesia terbitan GPU seringnya menjurus alay, norak, bikin mata bete. tapi katarsis? lo liat kan itu ada anak kecil cewek ngangkat boneka yang kepalanya copot? nah, itu dia.

5. alur.
mbak anastasia. ah gua jadi pengen kenalan sama embak. sayang dia nggak mencantumkan email atau FBnya. diri ini ingin banyak bertanya padamu, mbak anastasia. haha.
so. alurnya.
cepat, dinamis, nggak bertele-tele, jelas, dan melompat-lompat dari present time ke past - dan waktu ganti bagian (bukan chapter), ternyata point of view-nya pindah ke tokoh cowok utama bernama ello. dan ada chapter yang beneran selang-seling dari tara > ello > tara > ello lagi. 4,5 bintang gua nggak sia-sia.

6. judulnya.

katarsis. kata serapan dari bahasa inggris catharsis yang lumrahnya diterjemahkan sebagai suatu bentuk pelepasan emosi yang ditumpuk-tumpuk dengan cara entah mecahin piring, meninju tembok, berteriak di ruangan kosong, atau kalo sampai tingkat ekstrem ya mungkin bunuh orang atau menyayat pergelangan tangan.
satu kata aja itu judul novelnya mbak anastasia. katarsis. udah gitu doang. tapi wooow nggak sanggup lah silakan baca artikel ini, http://youarenotsosmart.com/2010/08/11/catharsis/







gua bilang katarsis ini nyaris jadi novel sempurna. nyaris. berikut beberapa alasan kontradiktif buat pujian-pujian di atas;

a. psikiater-nya si tara, namanya alfons, diceritakan punya tunangan. tapi cuma muncul sekitar dua paragraf dan nggak pernah disebut-sebut lagi padahal (spoiler, sori nih) si alfons m_ _ _ woy. sebagai tunangan bukannya doi kudu nangis meraung raung mempertanyakan dan heboh sana sini. tapi mana doi nggak muncul sama sekali tuh padahal pemberitaan kem_ _ _an alfons semerbak di media. dan nggak ada isyarat kalo alfons memutuskan tali pertunangan atau gimana.

b. daun mint yang fungsinya apaan nggak jelas. apakah aromanya bisa menyamarkan bau daging busuk termutilasi di gudang rumah lo?
air putih menyegarkan yang selalu alfons kasih ke tara, apa gunanya? apakah itu air putih biasa? tapi kenapa selalu diceritakan dengan detil di setiap kali tara meminumnya? jangan-jangan air putih itu ramuannya si alfons biar tara waras?

c. plotnya.
lo boleh panggil gua sok (biar sepakat sama mami gua), tapi plot katarsis ini ketebak. buat gua yang sedari jaman jahiliyah udah melahap novel-novel agatha christie, katarsis...yah...sebenernya biasa aja kalo yang nulis bukan si mbak anastasia yang notabene adalah orang indonesia. tapi karena yang nulis adalah orang indonesia (plus enam poin di atas)―4,5 bintang bukanlah sesuatu yang berlebihan buat katarsis.

d. alasan tara membenci orang tua kandungnya sendiri.
katarsis ditulis pake point of view orang pertama, pake "aku", dan harusnya kalo pake POV begini si tara bisa  menceritakan jauh lebih dalam lagi kenapa dia benci namanya sendiri, tara, yang adalah gabungan dari tari dan bara; mama dan papanya.

kalo soal kecenderungan psikopat/sosiopatnya si tara, udah keliatan dari waktu dia berumur lima tahun, tapi kenapa―seriusan tete ayam―kenapa dia benci mamanya yang lembut itu? yang dia b_ _ _ h di tangga rumahnya itu? papanya sempat disebut "memukuli mamanya", oke fine, gua bisa terima, tapi terus apaan? (soalnya diceritakan sambil lalu aja, perihal papanya memukuli mamanya. kurang detail. atau emang si mbak anastasia sengaja nggak membeberkannya?).

menurut gua, isu ini harusnya bisa digali lagi - atau bahkan dieksploitasi sebagai titik nol latar belakang tara si sosiopat/psikopat. untung aja (maklum gua pembaca high maintenance) si tara nggak pernah bersikap kayak cewek-cewek korea yang melenguh manggil "oppa" mereka pake suara sengau menggelikan. untung aja.










apa lagi yang bisa gua bilang tentang katarsis? bahwasanya masih ada novel indonesia yang nyaris sempurna buat selera sok high maintenance gua? bahwasanya bamby bisa bikin entri berkualitas macam bedah/review buku kayak gini yang mungkin bisa menyelamatkan muka logikatanpacela dan mungkin mengantarkan bamby ke takhta pemenang kompetisi 31 hari menulis? haha.

oke besok gua bakal bedah/review novel teenlit keluaran gagasmedia yang pernah bikin gua memaki di status FB dan BBM. besok.

sekian dulu.






2 comments:

  1. beberapa akhir ini lagi sering banget baca posting nya ka bamby :))

    aku ketinggian kalo ngaku punya selera high maintenance kayak ka bamby, tapi aku kurang suka gaya bahasa teenlit indonesia makanya lebih sering baca novel terjemahan yang bahasa nya nyenengin buat aku.
    jadi penasaran sama novel ini, rekomendasi juga kayaknya buat aku (o.o)b

    ReplyDelete
  2. hai, makasih yak dita. ente siapa ya tapi? salam kenal.

    novel terjemahan ber-genre apa yang lo suka baca dit? katarsis ini seriusan wajib baca. seriusan. aku beneran nggak inget kapan terakhir kali memuji novel lokal indonesia dit haha.

    ReplyDelete

I (F/30) am my father's son

when he actually has two.                         My 9 years junior dislikes his middle name, cutely given after a French legend because our...